RIGHTBUSSINESS – Olahraga seharusnya membuat tubuh lebih bugar, bukan malah membuat kita sering mengalami nyeri atau cedera. Sayangnya, beberapa kebiasaan seperti melewatkan pemanasan, memaksakan kemampuan tubuh, atau mengabaikan waktu istirahat masih cukup sering dilakukan, terutama ketika seseorang sedang bersemangat mengejar target kebugaran.
Mengetahui kesalahan olahraga yang perlu dihindari bisa membantu latihan menjadi lebih aman dan konsisten. Bukan soal seberapa berat latihan yang dilakukan, tetapi bagaimana tubuh diperlakukan selama prosesnya.
Mengapa Kesalahan Saat Olahraga Bisa Berdampak pada Tubuh?
Tubuh membutuhkan proses untuk beradaptasi terhadap aktivitas fisik. Ketika intensitas latihan dinaikkan terlalu cepat atau teknik gerakan dilakukan sembarangan, otot, sendi, dan jaringan tubuh lainnya bisa mendapatkan beban yang belum siap mereka terima.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat. Artinya, olahraga tidak harus dilakukan secara ekstrem untuk memberikan manfaat kesehatan.
Justru, latihan yang dilakukan secara teratur dengan intensitas yang sesuai kemampuan biasanya lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Kesalahan Olahraga yang Perlu Dihindari Saat Mulai Latihan
1. Melewatkan Pemanasan
Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah langsung masuk ke latihan utama tanpa mempersiapkan tubuh.
Pemanasan membantu tubuh bertransisi dari kondisi istirahat menuju aktivitas fisik. Gerakan ringan seperti berjalan, menggerakkan persendian, atau melakukan aktivitas dinamis dengan intensitas rendah dapat digunakan sebagai bagian dari persiapan.
Pemanasan tidak harus berlangsung lama. Sekitar 5–10 menit aktivitas ringan hingga sedang sudah dapat menjadi awal yang baik, tergantung jenis olahraga yang akan dilakukan.
2. Langsung Latihan dengan Intensitas Tinggi
Melihat orang lain mampu berlari cepat, mengangkat beban tertentu, atau melakukan banyak repetisi bukan berarti tubuh kita harus mengikuti kemampuan mereka.
Memulai latihan terlalu berat dapat membuat tubuh lebih cepat lelah dan meningkatkan risiko teknik gerakan menjadi buruk.
Untuk pemula, peningkatan beban sebaiknya dilakukan secara bertahap. Tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi terhadap perubahan intensitas, durasi, dan frekuensi latihan.
3. Mengabaikan Teknik Gerakan
Jumlah repetisi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan olahraga.
Melakukan squat 30 kali dengan teknik yang kurang baik belum tentu lebih bermanfaat dibandingkan melakukan 10–15 repetisi dengan gerakan yang terkontrol. Hal yang sama berlaku pada push-up, lunges, plank, latihan menggunakan dumbbell, maupun berbagai jenis olahraga lainnya.
Teknik yang baik membantu tubuh bergerak sesuai fungsi gerakannya sekaligus membuat latihan lebih terkontrol.
4. Memaksakan Tubuh Saat Sudah Terlalu Lelah
Rasa lelah setelah olahraga adalah hal yang wajar. Namun, memaksa tubuh terus berlatih ketika sudah tidak mampu mempertahankan teknik dengan baik bukanlah strategi yang ideal.
Ketika kelelahan meningkat, koordinasi dan kontrol gerakan dapat ikut menurun. Akibatnya, seseorang mungkin mulai melakukan gerakan secara asal hanya untuk menyelesaikan target.
Lebih baik mengurangi intensitas, mengambil jeda, atau mengakhiri sesi latihan ketika tubuh memang membutuhkan pemulihan.
Kesalahan Olahraga dalam Mengatur Jadwal Latihan
5. Menganggap Semakin Sering Olahraga Selalu Semakin Baik
Olahraga memang penting, tetapi tubuh juga membutuhkan waktu untuk pulih.
Latihan setiap hari tidak otomatis berarti hasilnya lebih baik. Jenis aktivitas, intensitas, durasi, usia, tingkat kebugaran, dan kondisi tubuh semuanya memengaruhi kebutuhan pemulihan.
Jika seseorang melakukan latihan kekuatan dengan intensitas tinggi, misalnya, memberikan waktu pemulihan pada kelompok otot yang dilatih dapat membantu tubuh beradaptasi.
Karena itu, jadwal olahraga sebaiknya tidak hanya berisi sesi latihan, tetapi juga mempertimbangkan hari dengan aktivitas ringan atau istirahat.
6. Tidak Memberikan Waktu Istirahat yang Cukup
Istirahat sering dianggap sebagai bagian yang tidak penting dari program olahraga. Padahal, pemulihan merupakan bagian dari proses latihan itu sendiri.
Kurang tidur dan kurang waktu pemulihan dapat membuat tubuh terasa lebih lelah ketika berolahraga. Kualitas latihan pun dapat ikut menurun.
Sebagai gambaran, National Sleep Foundation merekomendasikan remaja berusia 14–17 tahun mendapatkan sekitar 8–10 jam tidur setiap malam, sedangkan orang dewasa umumnya membutuhkan 7–9 jam. Kebutuhan tidur memang dapat berbeda pada setiap orang, tetapi angka tersebut menunjukkan bahwa tidur merupakan bagian penting dari kebugaran.
Kesalahan Olahraga yang Sering Terjadi pada Pola Makan dan Cairan
7. Berolahraga Tanpa Memperhatikan Kebutuhan Cairan
Tubuh kehilangan cairan melalui keringat ketika melakukan aktivitas fisik. Jika cairan yang keluar tidak digantikan dengan cukup, tubuh dapat mengalami dehidrasi.
Kebutuhan cairan berbeda-beda tergantung suhu lingkungan, durasi olahraga, intensitas aktivitas, dan jumlah keringat yang dikeluarkan.
Untuk olahraga ringan dengan durasi relatif singkat, air putih biasanya sudah menjadi pilihan yang sederhana. Sementara itu, aktivitas yang berlangsung lama atau dilakukan dalam kondisi panas dapat membutuhkan perhatian lebih terhadap asupan cairan dan elektrolit.
8. Berolahraga dalam Kondisi Perut Benar-Benar Kosong Tanpa Mempertimbangkan Kondisi Tubuh
Tidak semua orang memiliki respons tubuh yang sama ketika berolahraga tanpa makan sebelumnya.