Pemuda Lubuk Linggau Tewas di Rel Kereta, Keluarga Ungkap Riwayat Epilepsi

RIGHTBUSSINESS Pemuda Lubuk Linggau tewas di rel kereta setelah ditemukan warga di sekitar jalur rel kawasan RT 8, Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Rabu malam, 9 September 2026.

Korban diketahui bernama Muhammad Alfajri (23), warga RT 7, Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I. Ia ditemukan sekitar pukul 19.30 WIB dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Informasi awal yang diterima warga menyebut korban diduga tertabrak kereta api. Namun, dari pihak keluarga juga diketahui bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi yang disebut sering kambuh.

Korban Ditemukan di Sekitar Jalur Rel

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Linggau Barat, Aiptu Erwinsyah, membenarkan adanya penemuan korban di sekitar jalur kereta api tersebut.

Menurut keterangan yang diterima polisi dari warga, korban diduga meninggal setelah terkena kereta api yang melintas. Polisi kemudian bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi dan identitas korban.

Dugaan awal di lapangan menyebut korban hendak melintasi jalur rel. Pada waktu yang hampir bersamaan, kereta yang bergerak dari arah Lubuk Linggau menuju Palembang melintas sehingga kejadian tersebut tidak dapat dihindari.

Warga Awalnya Mencari Lokasi Korban

Informasi mengenai keberadaan korban pertama kali disampaikan Ketua RT 1 Kelurahan Mesat Seni, Dedi Irawan, kepada Awi Nanang melalui sambungan telepon.

Setelah menerima kabar tersebut, Awi kemudian menghubungi personel Polsek Lubuk Linggau Barat untuk meminta bantuan mencari lokasi korban.

Sementara itu, personel kepolisian bersama Awi Nanang dan sejumlah warga melakukan pencarian di sekitar jalur rel.

Setelah beberapa waktu, korban akhirnya ditemukan tergeletak di pinggir rel pada KM 545+678 dalam kondisi sudah meninggal dunia.

Korban Dievakuasi ke Stasiun

Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB oleh personel INAFIS Polres Lubuk Linggau.

Petugas dibantu pihak PT Kereta Api Indonesia dan warga sekitar. Karena lokasi penemuan korban cukup jauh dari akses stasiun, proses evakuasi menggunakan Kereta Penilik Jalan (KPJ) 052/DIVRE III menuju Stasiun Kereta Api Lubuk Linggau.

Aiptu Erwinsyah mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah korban ditemukan di lokasi.

Hasil Visum Temukan Luka pada Korban

Sekitar pukul 22.00 WIB, jenazah korban dibawa ke RS AR Bunda Lubuk Linggau untuk menjalani visum luar.

Berdasarkan pemeriksaan dokter jaga RS AR Bunda Lubuk Linggau, dr. Nanda Fuji Lestari, ditemukan luka robek cukup parah pada bagian kiri kepala dengan panjang sekitar 7 sentimeter.

Selain itu, terdapat luka lecet pada lengan kanan dan bagian kaki korban.

Keluarga Ungkap Korban Punya Riwayat Epilepsi

Di sisi lain, pihak keluarga memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan korban sebelum kejadian.

Adik korban, Viki, menyampaikan bahwa Muhammad Alfajri memiliki riwayat epilepsi yang cukup sering kambuh. Dalam sehari, penyakit tersebut disebut dapat kambuh satu hingga dua kali. Informasi tersebut turut disampaikan kepada pihak kepolisian dalam proses penanganan kejadian.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang tersedia, polisi menyampaikan dugaan korban meninggal akibat tertabrak kereta api dan keluarga juga mengungkap adanya riwayat epilepsi.

Keluarga Tidak Bersedia Autopsi

Setelah korban dievakuasi dan menjalani visum luar, pihak keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi.  Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani keluarga di atas materai Rp10.000.

Dengan demikian, penanganan jenazah dilanjutkan sesuai keputusan pihak keluarga setelah proses pemeriksaan luar dilakukan.

Scroll to Top