Modus ‘Kecolongan’ yang Menjadi Pola
Dalam beberapa kasus, Nurussulhi menceritakan bagaimana para korban awalnya tidak menyadari bahwa barcode milik mereka telah dikuasai orang lain. Kecurigaan baru muncul saat pemilik sah barcode merasa tidak pernah mengisi BBM pada hari tertentu, namun sistem aplikasi MyPertamina menunjukkan adanya aktivitas transaksi yang ganjil.
“Kebanyakan dari mereka ini kaget pas cek riwayat transaksi. Mereka merasa tidak sedang mengisi BBM, tapi ada data pengisian. Akhirnya, mereka berinisiatif mendatangi SPBU untuk meminta bantuan mengecek di mana sebenarnya barcode mereka itu dipakai,” jelas Nurussulhi.
Dari pengecekan di SPBU itulah terungkap bahwa barcode milik warga tersebut telah digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab di lokasi yang berbeda. Kejadian ini memicu kekhawatiran luas, mengingat barcode tersebut merupakan kunci akses masyarakat untuk menikmati hak subsidi BBM pemerintah.
BPSK berharap, melalui proses persidangan ini, akar masalah penyalahgunaan barcode bisa terpetakan dengan jelas. Di sisi lain, fenomena ini menjadi alarm bagi masyarakat Lubuklinggau untuk lebih protektif terhadap data pribadi mereka, termasuk kode QR MyPertamina, agar tidak disebarluaskan atau difoto oleh orang lain yang berpotensi menyalahgunakannya di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat yang merasa barcode-nya telah disalahgunakan diimbau untuk segera melapor agar dapat ditelusuri melalui jalur resmi yang ada.