Jika muncul nyeri dada yang berat atau menetap, sesak napas berat, pingsan, atau keluhan yang terasa seperti keadaan darurat, jangan menunggu sampai membaik sendiri. Segera cari pertolongan medis.
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Penyakit Jantung?
Risiko penyakit jantung tidak hanya ditentukan oleh usia. Kombinasi beberapa faktor dapat membuat risikonya meningkat.
Faktor yang Tidak Dapat Diubah
Beberapa faktor memang berada di luar kendali seseorang, seperti:
- Usia
- Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
- Faktor genetik
- Kondisi tertentu yang sudah ada sejak lahir
Namun, memiliki faktor risiko tersebut tidak berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit jantung.
Faktor yang Dapat Dikendalikan
Ada pula faktor yang masih dapat diperbaiki melalui kebiasaan dan penanganan kesehatan yang tepat, misalnya:
- Tekanan darah tinggi
- Kolesterol tinggi
- Diabetes
- Merokok
- Kurang aktivitas fisik
- Pola makan tidak sehat
- Berat badan berlebih
Kemenkes juga mencatat bahwa faktor seperti hipertensi, obesitas, merokok, diabetes, dan kurang aktivitas fisik menjadi bagian penting dari meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular di Indonesia.
Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Jantung?
Menjaga jantung tidak harus dimulai dari perubahan yang ekstrem. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru lebih realistis untuk dipertahankan.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Aktif bergerak secara rutin sesuai kondisi dan kemampuan tubuh.
- Memperhatikan pola makan, terutama jumlah garam, gula, dan lemak jenuh.
- Tidak merokok dan menghindari asap rokok.
- Memantau tekanan darah secara berkala.
- Memeriksa kadar gula dan kolesterol jika memiliki faktor risiko.
- Menjaga berat badan dalam rentang yang sehat.
- Mengelola stres dan menjaga kualitas tidur.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan jika memiliki faktor risiko atau keluhan tertentu.
Menariknya, pengendalian faktor risiko memang dapat memberikan dampak yang besar. Kemenkes menyebut pengendalian tekanan darah hingga mencapai target dapat menurunkan kejadian stroke sekitar 30–40% dan penyakit jantung koroner sekitar 20%.
Mengapa Deteksi Dini Penyakit Jantung Penting?
Salah satu masalah dalam penyakit jantung adalah banyak faktor risikonya tidak selalu terasa. Seseorang dapat memiliki tekanan darah tinggi atau kadar kolesterol yang tidak ideal tanpa merasakan keluhan apa pun.
Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 yang tercantum dalam laporan Kemenkes menunjukkan prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,85%. Dalam survei yang sama, hipertensi berdasarkan hasil pengukuran mencapai 29,2%, sementara diabetes berdasarkan pemeriksaan gula darah mencapai 11,7%.
Angka tersebut menunjukkan mengapa pemeriksaan kesehatan tidak sebaiknya hanya dilakukan ketika tubuh sudah terasa sakit.
Deteksi lebih awal memungkinkan faktor risiko ditemukan dan ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Pemeriksaan yang dibutuhkan tentu dapat berbeda tergantung usia, kondisi kesehatan, riwayat keluarga, dan penilaian tenaga kesehatan.
Penyakit Jantung Perlu Dipahami, Bukan Ditakuti
Penyakit jantung memang merupakan masalah kesehatan serius, tetapi pembahasannya tidak seharusnya berhenti pada rasa takut. Justru dengan memahami faktor risiko dan tanda yang perlu diperhatikan, seseorang dapat lebih sadar terhadap kondisi tubuhnya.
Secara global, penyakit kardiovaskular menyebabkan sekitar 32% dari seluruh kematian pada 2022, sehingga menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia.
Hal yang penting adalah tidak menganggap semua keluhan sebagai penyakit jantung, tetapi juga tidak mengabaikan gejala yang mencurigakan. Pemeriksaan medis tetap menjadi cara yang tepat untuk mengetahui penyebab keluhan.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan jantung bukan hanya tentang menghindari serangan jantung. Ini juga tentang menjaga tekanan darah, gula darah, kadar kolesterol, aktivitas fisik, pola makan, dan berbagai kebiasaan sehari-hari agar tetap berada dalam kondisi yang baik.
Catatan: Artikel ini bersifat edukasi dan bukan pengganti diagnosis atau pemeriksaan dari dokter. Jika terdapat keluhan yang mengarah pada keadaan darurat, segera cari pertolongan medis.