Perbedaan Anemia Defisiensi Besi dan Kekurangan Vitamin B12

RIGHTNUSSINESS – Anemia tidak selalu disebabkan oleh kekurangan zat besi. Anemia defisiensi besi dan kekurangan vitamin B12 sama-sama dapat membuat tubuh terasa lemas, mudah lelah, pusing, atau sulit berkonsentrasi, tetapi keduanya memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda.

Sekilas memang sulit membedakannya hanya dari gejala. Padahal, mengetahui perbedaan anemia defisiensi besi dan kekurangan vitamin B12 penting karena pemeriksaan dan penanganannya tidak sama.

Apa Itu Anemia Defisiensi Besi dan Kekurangan Vitamin B12?

Anemia adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat atau hemoglobin untuk membawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Dua penyebab yang cukup dikenal adalah kekurangan zat besi dan kekurangan vitamin B12.

Anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh kekurangan zat besi sehingga produksi hemoglobin terganggu. Zat besi merupakan komponen penting hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen.

Sementara itu, anemia akibat kekurangan vitamin B12 terjadi ketika tubuh tidak memperoleh atau tidak mampu menyerap vitamin B12 dalam jumlah yang cukup. Vitamin ini dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah sekaligus mendukung fungsi sistem saraf.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), anemia masih menjadi masalah kesehatan global yang besar. Pada 2021, sekitar 29,9% perempuan usia reproduktif di dunia mengalami anemia, menunjukkan bahwa kondisi ini cukup umum, terutama pada kelompok tertentu. Penyebab anemia pun beragam dan tidak semuanya berkaitan dengan kekurangan zat besi.

Perbedaan Anemia Defisiensi Besi dan Kekurangan Vitamin B12

Perbedaan paling mendasar terletak pada zat gizi yang kurang dan bagaimana kekurangan tersebut memengaruhi sel darah merah.

Aspek Anemia Defisiensi Besi Kekurangan Vitamin B12
Zat yang kurang Zat besi Vitamin B12
Pembentukan sel darah merah Hemoglobin berkurang Produksi sel darah merah terganggu
Ukuran sel darah merah Biasanya lebih kecil Biasanya lebih besar
Gejala khas Lemas, pucat, mudah lelah Lemas, pucat, kesemutan
Pengaruh terhadap saraf Tidak menjadi ciri utama Dapat menyebabkan gangguan saraf
Penyebab umum Asupan kurang, kehilangan darah Asupan kurang atau gangguan penyerapan
Pemeriksaan Ferritin, hemoglobin, dan parameter darah lainnya Vitamin B12, darah lengkap, serta pemeriksaan tambahan sesuai kondisi

Perbedaan tersebut dapat membantu memberikan gambaran awal, tetapi gejala saja tidak cukup untuk menentukan jenis anemia.

Anemia Defisiensi Besi: Ketika Tubuh Kekurangan Bahan Pembentuk Hemoglobin

Anemia defisiensi besi merupakan salah satu bentuk anemia yang paling sering ditemukan. Kondisi ini terjadi ketika cadangan zat besi dalam tubuh semakin berkurang hingga akhirnya produksi hemoglobin ikut terganggu.

Penyebab Anemia Defisiensi Besi

Kekurangan zat besi dapat muncul karena beberapa alasan, bukan hanya karena jarang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi.

Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Asupan zat besi yang tidak mencukupi.
  • Kehilangan darah dalam jumlah tertentu secara terus-menerus.
  • Menstruasi yang berat.
  • Kebutuhan zat besi yang meningkat, misalnya selama kehamilan.
  • Gangguan penyerapan zat besi di saluran pencernaan.
  • Kondisi tertentu yang menyebabkan perdarahan.

Karena itu, menemukan penyebab kekurangan zat besi juga penting. Mengonsumsi suplemen tanpa mengetahui penyebab dasarnya belum tentu menyelesaikan masalah.

Gejala yang Sering Muncul

Gejala anemia defisiensi besi dapat berkembang secara perlahan. Pada awalnya, seseorang mungkin hanya merasa lebih cepat lelah dari biasanya.

Scroll to Top