RIGHTBUSSINESS- Harga daging ayam di Lubuk Linggau mengalami kenaikan hingga mencapai Rp45 ribu per kilogram. Kenaikan ini sudah terjadi selama tiga hari terakhir dan dipicu oleh tingginya permintaan di tengah terbatasnya pasokan ayam di pasaran.
Sejumlah pedagang mengaku harga jual terus mengalami penyesuaian dalam beberapa hari terakhir. Meski begitu, mereka masih memberikan harga lebih murah bagi pelanggan tetap maupun pembeli dalam jumlah besar.
Pedagang di Pasar Batu Urip mengatakan harga ayam sebelumnya berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram. Setelah itu naik menjadi Rp42 ribu, lalu kembali meningkat menjadi Rp45 ribu per kilogram dalam tiga hari terakhir.
Baca Juga :Â Mie Siantar Lubuk Linggau Segera Buka Kembali Agustus 2026
Meski harga resmi sudah naik, pelanggan lama dan pembelian dalam jumlah banyak masih mendapatkan harga sekitar Rp42 ribu per kilogram.
Sementara itu, pedagang di Pasar Inpres awalnya masih menjual ayam dengan harga Rp42 ribu per kilogram. Namun, karena harga dari pemasok kembali meningkat, mereka juga terpaksa menyesuaikan harga menjadi Rp45 ribu per kilogram.
Edo, salah seorang pedagang di Pasar Inpres, mengatakan kenaikan harga sudah berlangsung hampir satu pekan. Menurutnya, harga ayam mulai bergerak naik secara bertahap sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Lubuk Linggau, Medhioline Sapta Windu, membenarkan adanya lonjakan harga daging ayam.
Berdasarkan hasil pemantauan, harga ayam pada Selasa, 4 Agustus 2026, berada di angka Rp45 ribu per kilogram. Kemudian pada Rabu, 5 Agustus 2026, harga sedikit turun menjadi Rp44 ribu per kilogram.
Menurut Medhioline, kenaikan tersebut terjadi karena pasokan ayam yang terbatas, sementara permintaan di pasar terus meningkat.