Makanan Pantangan Asam Urat: Daftar yang Perlu Dibatasi dan Pilihan yang Lebih Aman

RIGHTBUSSINESS – Asam urat sering dikaitkan dengan pola makan, terutama makanan tinggi purin, daging merah, makanan laut, minuman manis, dan alkohol. Namun, bukan berarti semua makanan harus dihindari secara total. Kuncinya adalah mengenali makanan pantangan asam urat, mengatur porsinya, mencukupi cairan, serta menjaga pola makan tetap seimbang.

Apa Itu Asam Urat dan Mengapa Makanan Bisa Berpengaruh?

Asam urat merupakan hasil akhir dari pemecahan purin di dalam tubuh. Purin sebenarnya merupakan senyawa alami yang dibutuhkan tubuh, tetapi ketika kadar asam urat terlalu tinggi dan tidak dapat dikeluarkan dengan baik melalui ginjal, kristal urat dapat terbentuk di sekitar persendian dan memicu serangan gout.

Makanan bukan satu-satunya penyebab kadar asam urat tinggi. Faktor genetik, fungsi ginjal, berat badan, kondisi kesehatan tertentu, dan beberapa jenis obat juga dapat berpengaruh. Karena itu, mengatur makanan sebaiknya dipandang sebagai bagian dari pengelolaan kesehatan secara keseluruhan, bukan sebagai satu-satunya solusi.

Menurut American College of Rheumatology (ACR), pengelolaan gout tidak hanya berkaitan dengan perubahan gaya hidup, tetapi juga dapat membutuhkan terapi penurun kadar urat bagi orang yang memang memerlukannya.

Makanan Pantangan Asam Urat yang Sebaiknya Dibatasi

Tidak semua makanan yang mengandung purin harus dihapus dari menu. Pendekatan yang lebih realistis adalah membatasi makanan dan minuman yang paling berpotensi memperburuk kondisi.

1. Jeroan: Kelompok yang Perlu Sangat Dibatasi

Hati, ginjal, dan jenis jeroan lainnya termasuk makanan yang tinggi purin. Karena itu, jeroan menjadi salah satu kelompok makanan yang paling sering disarankan untuk dihindari atau dibatasi pada orang dengan gout.

Dari sisi pengaturan menu, jeroan dapat ditempatkan pada kategori pembatasan sangat ketat atau sekitar 0% sebagai pilihan menu rutin. Artinya, bukan berarti satu kali mengonsumsi makanan tersebut otomatis menyebabkan serangan, tetapi menjadikannya makanan sehari-hari bukan pilihan yang baik bagi orang yang sedang mengelola asam urat.

2. Daging Merah

Daging sapi, kambing, dan babi termasuk sumber protein hewani yang perlu diperhatikan porsinya. Daging merah mengandung purin dan konsumsi dalam jumlah besar dapat berkontribusi terhadap peningkatan beban purin dalam pola makan.

Sebagai gambaran praktis, porsi daging dapat dibuat hanya sekitar 10–20% dari komposisi satu kali makan, sementara bagian terbesar piring diisi sayuran dan sumber karbohidrat yang lebih sehat.

Yang penting, jangan mengganti daging dengan pola makan yang terlalu sedikit atau tidak seimbang. Tubuh tetap membutuhkan protein dan berbagai zat gizi untuk tumbuh serta menjalankan fungsi normal.

3. Makanan Laut Tinggi Purin

Beberapa makanan laut termasuk kelompok yang perlu dibatasi, terutama ikan teri, sarden, kerang, remis, scallop, dan beberapa jenis ikan lainnya. Mayo Clinic juga memasukkan sejumlah seafood sebagai makanan yang tinggi purin.

Dalam pengaturan menu, makanan laut tinggi purin sebaiknya bukan menjadi sumber protein utama setiap hari. Jika dikonsumsi, perhatikan porsi dan kondisi tubuh, terutama bila makanan tertentu sebelumnya diketahui sering berkaitan dengan munculnya keluhan.

Namun, tidak tepat pula menganggap seluruh seafood harus dihapus 100%. Jenis seafood berbeda memiliki kandungan purin yang berbeda, sehingga pengaturan porsi lebih masuk akal daripada membuat larangan yang terlalu luas.

4. Minuman Manis Tinggi Fruktosa

Bukan hanya purin yang perlu diperhatikan. Minuman yang mengandung banyak gula tambahan atau fruktosa juga dapat meningkatkan kadar asam urat dan berkaitan dengan risiko gout. Soda, minuman berpemanis, minuman buah kemasan, dan beberapa minuman dengan tambahan gula termasuk yang sebaiknya dibatasi.

Untuk kategori ini, pendekatan 0–10% dari pilihan minuman harian dapat menjadi gambaran sederhana: minuman berpemanis sebaiknya hanya sesekali, bukan minuman utama.

Air putih lebih cocok dijadikan pilihan utama untuk menjaga kecukupan cairan.

5. Makanan dan Minuman Beralkohol

Alkohol, khususnya bir, memiliki hubungan dengan peningkatan risiko serangan gout. ACR menyebut konsumsi alkohol sekitar 30–50 gram per hari berkaitan dengan peningkatan risiko gout sekitar 2–2,5 kali lipat dibandingkan orang yang tidak mengonsumsi alkohol.

Karena alkohol juga bukan bagian yang dibutuhkan dalam pola makan sehat, kelompok ini sebaiknya tidak dimasukkan sebagai pilihan konsumsi rutin.

Bagaimana dengan Sayuran Tinggi Purin?

Ini salah satu hal yang sering membuat orang bingung.

Sayuran seperti bayam, asparagus, kembang kol, dan beberapa sayuran lain memang mengandung purin. Namun, bukti yang dirangkum Mayo Clinic menunjukkan bahwa sayuran tinggi purin tersebut tidak terbukti meningkatkan risiko gout dengan cara yang sama seperti beberapa sumber purin hewani.

Jadi, tidak perlu langsung menghindari semua sayuran hanya karena ada kandungan purinnya.

Secara sederhana, sekitar 40–50% isi piring dapat diarahkan untuk sayuran dan bahan pangan nabati yang beragam, dengan tetap menyesuaikan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing.

Makanan yang Lebih Aman untuk Pola Makan Asam Urat

Daripada hanya berfokus pada daftar pantangan, lebih baik mengetahui makanan apa yang dapat menjadi alternatif.

Beberapa pilihan yang umumnya lebih sesuai antara lain:

  • Sayuran beragam.
  • Buah utuh dalam porsi wajar.
  • Biji-bijian utuh.
  • Susu rendah lemak atau produk susu rendah lemak.
  • Protein nabati seperti kacang-kacangan dalam pola makan seimbang.
  • Air putih sebagai minuman utama.
  • Sumber karbohidrat kompleks dengan porsi sesuai kebutuhan.

Mayo Clinic menyebut pola makan untuk membantu mengelola gout memiliki banyak kesamaan dengan pola makan sehat seperti DASH dan pola makan Mediterania.

Buah untuk Penderita Asam Urat, Apakah Boleh?

Buah utuh pada dasarnya tidak perlu dianggap sebagai makanan pantangan hanya karena mengandung gula alami. Yang lebih perlu diperhatikan adalah konsumsi minuman atau jus buah dalam jumlah berlebihan karena bentuk minuman dapat membuat seseorang mengonsumsi gula lebih cepat dan dalam jumlah lebih besar.

Dengan kata lain, buah utuh sekitar 10–20% dari pilihan makanan dalam sehari dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam, tergantung kebutuhan energi seseorang.

Buah juga menyediakan serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa alami yang mendukung pola makan sehat.

Pentingnya Air Putih dalam Mengelola Asam Urat

Ginjal berperan penting dalam membuang asam urat melalui urine. Karena itu, menjaga kecukupan cairan merupakan bagian penting dari kebiasaan sehari-hari. Mayo Clinic juga menyarankan agar orang dengan gout mencukupi cairan dan menjadikan air sebagai pilihan utama.

Tidak perlu memaksakan jumlah air tertentu jika kebutuhan setiap orang berbeda. Kebutuhan cairan dapat dipengaruhi aktivitas, cuaca, usia, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya.

Scroll to Top