RIGHTBUSSINESS – Memulai olahraga tidak harus langsung setiap hari. Bagi pemula, Jadwal Olahraga 3 Kali Seminggu untuk Pemula justru bisa menjadi pilihan yang lebih realistis untuk membangun kebiasaan. Dengan pembagian latihan yang tepat, tiga hari olahraga dapat mencakup aktivitas kardio, latihan kekuatan, serta gerakan mobilitas tanpa membuat rutinitas terasa terlalu berat.
Yang terpenting bukan sekadar berapa kali berolahraga, tetapi bagaimana menjaga aktivitas tetap teratur dan sesuai kemampuan tubuh.
Mengapa Jadwal Olahraga 3 Kali Seminggu Cocok untuk Pemula?
Pemula biasanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan aktivitas fisik. Jika langsung membuat jadwal latihan setiap hari, rutinitas tersebut bisa terasa sulit dipertahankan.
Jadwal tiga kali seminggu memberikan ruang untuk berlatih sekaligus memiliki hari tanpa latihan utama di antaranya. Secara praktis, pembagian 3 hari latihan dan 4 hari aktivitas ringan atau pemulihan dapat membuat jadwal lebih fleksibel.
Baca Juga :Â Manfaat Olahraga untuk Meningkatkan Stamina
Untuk orang dewasa, WHO merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75 menit aktivitas intensitas berat, serta latihan penguatan otot pada setidaknya 2 hari per minggu. WHO juga menekankan bahwa orang yang belum aktif sebaiknya memulai dari jumlah kecil lalu meningkatkan durasi, frekuensi, dan intensitas secara bertahap.
Jadi, tiga kali latihan per minggu dapat menjadi titik awal yang masuk akal, meskipun kebutuhan setiap orang tetap berbeda.
Pembagian Jadwal Olahraga 3 Kali Seminggu untuk Pemula
Salah satu pola yang sederhana adalah berolahraga pada Senin, Rabu, dan Jumat. Hari latihan dapat diganti sesuai jadwal masing-masing.
Contoh pembagian:
- Hari pertama: kardio ringan + mobilitas.
- Hari kedua: latihan kekuatan seluruh tubuh.
- Hari ketiga: kardio + latihan kekuatan ringan.
Dengan pola tersebut, sekitar 40% fokus latihan bisa diarahkan pada aktivitas kardio, 40% pada kekuatan, dan 20% pada mobilitas serta pemanasan. Persentase ini merupakan pembagian praktis untuk menyusun program pemula, bukan standar medis.
Senin: Kardio Ringan dan Mobilitas
Hari pertama sebaiknya tidak langsung diisi latihan yang terlalu berat. Tujuannya adalah memperkenalkan tubuh pada aktivitas fisik secara bertahap.
Contoh sesi:
- Pemanasan ringan 5–10 menit.
- Jalan kaki dengan tempo nyaman hingga sedang selama 20–25 menit.
- Gerakan mobilitas ringan selama 5–10 menit.
- Pendinginan sekitar 5 menit.
Total durasi dapat berada di kisaran 35–50 menit, tergantung kemampuan dan kondisi masing-masing.
Jalan kaki menjadi pilihan menarik karena tidak membutuhkan peralatan khusus. Tempo juga bisa disesuaikan. Jika masih mudah lelah, kurangi durasi dan tingkatkan secara perlahan.
Rabu: Latihan Kekuatan Seluruh Tubuh
Hari kedua dapat digunakan untuk latihan kekuatan sederhana. Tidak harus menggunakan alat gym. Beberapa gerakan dapat dilakukan dengan berat badan sendiri.
Contohnya:
- Squat dengan variasi yang nyaman.
- Wall push-up.
- Glute bridge.
- Bird-dog.
- Gerakan penguatan tubuh bagian tengah yang sesuai kemampuan.
Awali dengan pemanasan dan lakukan gerakan secara terkontrol. Untuk pemula, kualitas gerakan lebih penting daripada mengejar jumlah repetisi.