HA Ketua Masjid Agung As-Salam Beri Klarifikasi soal Chat Viral

RIGHTBUSSINESS – HA Ketua Masjid Agung As-Salam akhirnya memberikan penjelasan terkait chat WhatsApp yang belakangan viral di media sosial. Ia mengaku baru mengetahui soal percakapan tersebut pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026, setelah mendapat kiriman tudingan dari seseorang melalui WhatsApp.

HA mengatakan, setelah menerima informasi itu, ia sempat menanyakan kepada sejumlah orang di Masjid Agung As-Salam mengenai sosok yang disebut sebagai penerima chat.

Ia kemudian mencoba mengingat kembali kapan percakapan tersebut dikirim. Berdasarkan informasi yang diterimanya, chat itu disebut terjadi pada Maret 2026.

Namun, HA mengaku sudah tidak mengingat secara persis isi percakapan yang kini beredar luas di media sosial.

Saat ditanya mengenai isi chat yang beredar, HA menjelaskan bahwa dirinya memang pernah mengirim pesan kepada A. Namun, ia tidak bisa memastikan apakah percakapan yang viral tersebut sama persis dengan pesan yang pernah dikirimnya.

HA menyebut A sudah dianggap seperti anak sendiri karena usianya kurang lebih 24 tahun. A juga diketahui merupakan teman dari imam Masjid Agung As-Salam dan beberapa kali datang bersama Ustadz D.

Menurut HA, A juga pernah ikut kegiatan Maulid Arba’in. Karena itu, pihak masjid sempat melibatkan A dalam sejumlah kegiatan, termasuk sebagai pengantar laporan masjid dan pengantar kajian subuh.

A disebut bukan ustadz dan bukan pula pengurus ikatan remaja masjid. HA juga mengatakan pihaknya sempat ingin menjadikannya muazin, tetapi A meminta agar rencana tersebut ditunda.

HA kemudian menceritakan awal mula dirinya mengirim pesan kepada A. Saat itu, sepulang salat, ia mencium aroma parfum yang digunakan A dan kemudian mengirim pesan melalui WhatsApp.

Ia mengaku tidak lagi mengingat detail pesan tersebut. Yang ia ingat, pesan itu berkaitan dengan pujian terhadap aroma parfum A.

“Yang pasti saya memuji bau harum parfum dia. Kemudian tidak ada tindak lanjut apa-apa dari chat itu,” jelas HA.

Sementara itu, HA menegaskan hubungan dirinya dengan A tidak seperti tudingan yang berkembang di masyarakat.

Ia menyebut A biasanya ditemuinya di Masjid Agung. A juga pernah datang ke rumah bersama Ustadz D saat Lebaran dan ketika menghadiri takziah setelah istrinya meninggal dunia.

Selain menjelaskan soal isi chat, HA juga mengungkapkan bahwa beberapa bulan setelah kejadian tersebut, ponselnya sempat mengalami masalah yang ia duga seperti diretas.

Akibat banyak nomor telepon yang terhapus, ia mengaku sempat mengalami kejadian salah transfer uang kepada orang lain.

Meski begitu, HA mengatakan dirinya tidak mengetahui bagaimana tangkapan layar chat tersebut kemudian bisa tersebar di media sosial.

Setelah tudingan terkait dirinya ramai dibicarakan, termasuk tudingan mengenai orientasi seksual, HA berusaha mengklarifikasi persoalan tersebut langsung kepada A.

Pertemuan itu dilakukan HA bersama seorang ustadz. Dalam pertemuan tersebut, HA menanyakan langsung mengenai chat yang beredar.

Menurut HA, A mengaku tidak mengetahui bagaimana tangkapan layar tersebut bisa tersebar. A memang pernah mengambil screenshot percakapan, tetapi disebut tidak sengaja menyebarkannya untuk menjatuhkan HA.

HA juga mengatakan keduanya telah saling meminta maaf pada Sabtu malam tersebut.

Di tengah ramainya persoalan ini, HA juga telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua Masjid Agung As-Salam.

Ketika ditanya apakah akan membawa berbagai tudingan yang beredar ke jalur hukum, HA memilih untuk tidak memperpanjang persoalan tersebut.

Ia mengaku menerima keputusan penonaktifan itu dengan lapang dada. Menurutnya, jabatan sebagai ketua masjid merupakan amanah dan keputusan tersebut perlu dihormati.

“Saya ambil hikmahnya saja,” ujar HA.

Ia juga memahami adanya desakan dari masyarakat kepada Pemerintah Kota Lubuklinggau terkait persoalan yang tengah menjadi perhatian tersebut.

Sementara itu, Pemerintah Kota Lubuklinggau melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) telah mengambil langkah terkait persoalan yang ramai diperbincangkan tersebut.

Scroll to Top