Apa Itu Anemia? Kenali Kondisi Darah, Jenis, dan Penyebabnya

RIGHTBUSSINESS –  Anemia berkaitan dengan rendahnya jumlah sel darah merah sehat atau kadar hemoglobin yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh. Kondisi ini dapat membuat seseorang merasa mudah lelah, lemah, pusing, atau mengalami sesak napas. Namun, anemia bukan satu jenis penyakit saja karena penyebab dan jenisnya cukup beragam. Memahami apa itu anemia membantu kita melihat kondisi ini secara lebih tepat dan tidak langsung menganggap semua keluhan sebagai kekurangan zat besi.

Apa Itu Anemia?

Secara sederhana, anemia adalah kondisi ketika tubuh memiliki jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin yang lebih rendah dari normal. Hemoglobin merupakan protein di dalam sel darah merah yang berperan membawa oksigen dari paru-paru ke berbagai jaringan tubuh. Ketika jumlah hemoglobin atau sel darah merah tidak mencukupi, pasokan oksigen ke jaringan dapat terganggu.

Karena oksigen dibutuhkan hampir seluruh organ untuk menjalankan fungsinya, anemia dapat menimbulkan keluhan yang cukup beragam. Seseorang mungkin merasa cepat lelah saat melakukan aktivitas, kurang bertenaga, pusing, sakit kepala, atau mengalami sesak napas.

Meski sering dikaitkan dengan kekurangan zat besi, anemia sebenarnya memiliki banyak penyebab. Tubuh bisa mengalami anemia karena tidak memproduksi cukup sel darah merah, kehilangan darah dalam jumlah tertentu, atau sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk menggantinya.

Seberapa Sering Anemia Terjadi?

Anemia merupakan masalah kesehatan yang cukup luas. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa pada 2023 sekitar 30,7% perempuan usia 15–49 tahun di dunia mengalami anemia. Pada perempuan hamil dalam kelompok usia tersebut, prevalensinya mencapai 35,5%. Sementara itu, data global yang digunakan WHO untuk anak usia 6–59 bulan menunjukkan prevalensi sekitar 39,8% pada 2019.

Angka tersebut menunjukkan bahwa anemia bukan kondisi yang hanya dialami oleh kelompok tertentu. Anak-anak, perempuan yang mengalami menstruasi, ibu hamil, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih.

Bagaimana Anemia Bisa Terjadi?

Ada tiga mekanisme utama yang dapat menyebabkan anemia. Pembagian ini membantu memahami bahwa penyebab anemia tidak selalu berkaitan dengan pola makan.

1. Tubuh Tidak Memproduksi Cukup Sel Darah Merah

Sel darah merah dibuat di sumsum tulang. Proses pembentukannya membutuhkan berbagai nutrisi, termasuk zat besi, vitamin B12, dan folat. Tubuh juga membutuhkan sistem hormonal dan organ yang bekerja dengan baik agar produksi sel darah merah berlangsung normal.

Jika salah satu bagian dari proses tersebut terganggu, produksi sel darah merah dapat berkurang.

Beberapa kondisi yang dapat berhubungan dengan mekanisme ini antara lain:

  • kekurangan zat besi;
  • kekurangan vitamin B12;
  • kekurangan folat;
  • penyakit ginjal kronis;
  • peradangan atau penyakit kronis tertentu;
  • gangguan pada sumsum tulang;
  • efek dari obat atau terapi tertentu.

2. Tubuh Kehilangan Darah

Kehilangan darah juga dapat menyebabkan anemia karena tubuh kehilangan sel darah merah sekaligus zat besi yang terdapat di dalamnya.

Perdarahan dapat terjadi karena berbagai keadaan, misalnya cedera, tindakan operasi, perdarahan pada saluran pencernaan, atau menstruasi yang sangat berat. Jika kehilangan darah berlangsung berulang atau cukup banyak, cadangan zat besi dapat ikut berkurang.

3. Sel Darah Merah Hancur Terlalu Cepat

Pada kondisi tertentu, sel darah merah dapat dihancurkan lebih cepat daripada kemampuan tubuh untuk memproduksi penggantinya. Mekanisme tersebut dikenal sebagai hemolisis dan dapat menyebabkan anemia hemolitik.

Penyebabnya dapat berkaitan dengan kondisi yang diturunkan secara genetik maupun kondisi yang muncul kemudian. Karena itu, anemia hemolitik termasuk jenis anemia yang memiliki mekanisme berbeda dari anemia akibat kekurangan zat besi.

Jenis-Jenis Anemia yang Perlu Diketahui

Tidak semua anemia memiliki penyebab yang sama. Mengenali jenisnya penting karena pendekatan pemeriksaan dan penanganannya dapat berbeda.

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi merupakan jenis anemia yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi untuk membentuk sel darah merah sehat. NHLBI menyebutnya sebagai jenis anemia yang paling umum.

Kondisi ini dapat berkaitan dengan asupan zat besi yang tidak mencukupi, gangguan penyerapan, atau kehilangan darah. Menstruasi yang berat dan perdarahan pada saluran pencernaan termasuk faktor yang dapat menyebabkan kehilangan zat besi.

Anemia Defisiensi Vitamin B12

Vitamin B12 juga dibutuhkan dalam proses pembentukan sel darah merah. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia dan dalam beberapa keadaan dapat berkaitan dengan gangguan penyerapan nutrisi.

Karena penyebabnya tidak selalu sekadar kurang mengonsumsi makanan tertentu, evaluasi medis dapat diperlukan untuk mengetahui mengapa kadar vitamin B12 rendah.

Anemia Defisiensi Folat

Folat merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel darah merah. Kekurangan folat dapat mengganggu proses tersebut dan menyebabkan jenis anemia tertentu.

Kondisi ini perlu dibedakan dari anemia defisiensi zat besi karena penyebabnya berbeda dan pemeriksaannya juga dapat berbeda.

Anemia Hemolitik

Pada anemia hemolitik, sel darah merah mengalami penghancuran lebih cepat daripada kemampuan tubuh menggantinya. Penyebabnya dapat bermacam-macam sehingga tidak tepat jika semua kasus anemia hemolitik dianggap berasal dari kekurangan nutrisi.

Anemia Aplastik

Anemia aplastik terjadi ketika sumsum tulang tidak mampu menghasilkan cukup sel darah baru untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Karena sumsum tulang menghasilkan beberapa jenis sel darah, kondisi ini dapat memengaruhi lebih dari sekadar sel darah merah.

Apa Penyebab Anemia Selain Kekurangan Zat Besi?

Anggapan bahwa semua anemia disebabkan oleh kekurangan zat besi perlu diluruskan. Zat besi memang memiliki peran penting, tetapi penyebab anemia jauh lebih luas.

Beberapa faktor yang dapat berhubungan dengan anemia meliputi:

  • kekurangan zat besi;
  • kekurangan vitamin B12 atau folat;
  • kehilangan darah;
  • menstruasi yang berat;
  • kehamilan;
  • penyakit ginjal kronis;
  • peradangan atau penyakit kronis;
  • penyakit tertentu yang memengaruhi sumsum tulang;
  • kelainan darah yang diturunkan;
  • penghancuran sel darah merah yang terlalu cepat;
  • obat atau terapi medis tertentu.

NHLBI juga menjelaskan bahwa riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko beberapa jenis anemia yang diturunkan. Artinya, faktor genetik juga dapat berperan pada jenis anemia tertentu.

Gejala Anemia yang Bisa Muncul

Gejala anemia dapat berbeda berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya. Pada kondisi yang ringan, seseorang bahkan mungkin tidak merasakan keluhan yang jelas.

Scroll to Top