RIGHTBUSSINESS – Tubuh yang terasa mudah lelah, sering kedinginan, kulit menjadi lebih kering, atau berat badan berubah tanpa alasan yang jelas kadang dianggap hanya akibat kurang tidur atau aktivitas yang padat. Padahal, beberapa keluhan tersebut juga dapat berkaitan dengan gangguan pada kelenjar tiroid. Salah satunya adalah hipotiroid, kondisi ketika tubuh kekurangan hormon tiroid sehingga berbagai proses di dalam tubuh berjalan lebih lambat.
Mengenali gejala dan penyebab hipotiroid penting karena keluhannya sering berkembang secara perlahan dan dapat menyerupai masalah kesehatan lain. Bahkan, seseorang bisa mengalami hipotiroid dengan gejala yang cukup ringan sehingga tidak langsung menyadari adanya gangguan pada tiroid.
Apa Itu Hipotiroid?
Hipotiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kelenjar tiroid sendiri merupakan kelenjar kecil berbentuk seperti kupu-kupu yang berada di bagian depan leher.
Hormon tiroid, terutama tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3), berperan dalam mengatur bagaimana tubuh menggunakan energi. Karena pengaruhnya luas, kekurangan hormon tersebut dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk metabolisme, kerja jantung, suhu tubuh, kulit, sistem pencernaan, serta fungsi reproduksi.
Secara umum, hipotiroid bukan kondisi yang hanya dialami orang lanjut usia. Data dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK) menyebutkan bahwa hampir 5 dari setiap 100 orang Amerika berusia 12 tahun ke atas mengalami hipotiroid, meskipun sebagian kasus tergolong ringan atau hanya menimbulkan sedikit gejala. Kondisi ini juga lebih sering ditemukan pada perempuan dan orang berusia di atas 60 tahun.
Gejala Hipotiroid yang Perlu Dikenali
Gejala hipotiroid dapat berbeda pada setiap orang. Kondisinya juga sering berkembang perlahan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, sehingga perubahan yang terjadi terkadang tidak langsung terasa.
1. Mudah lelah dan kurang bertenaga
Salah satu keluhan yang cukup sering muncul adalah tubuh terasa lelah meskipun aktivitas tidak terlalu berat. Seseorang juga dapat merasa lebih mengantuk atau tidak memiliki energi seperti biasanya.
Namun, rasa lelah bukan berarti pasti menunjukkan hipotiroid. Kurang tidur, stres, anemia, infeksi, dan berbagai kondisi lainnya juga dapat menyebabkan keluhan serupa.
2. Lebih mudah merasa kedinginan
Orang dengan hipotiroid dapat menjadi lebih sensitif terhadap suhu dingin. Hal ini berkaitan dengan melambatnya berbagai proses metabolisme tubuh akibat kurangnya hormon tiroid.
Jika sebelumnya seseorang biasa saja berada di ruangan dingin tetapi kemudian sering merasa kedinginan, keluhan tersebut dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan bersama gejala lainnya.
3. Perubahan berat badan
Hipotiroid dapat berkaitan dengan kenaikan berat badan. Meski demikian, perubahan berat badan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya tanda untuk menentukan seseorang mengalami hipotiroid.
Pola makan, aktivitas fisik, tidur, obat-obatan, dan berbagai kondisi kesehatan juga dapat memengaruhi berat badan. Karena itu, kenaikan berat badan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai tanda gangguan tiroid.
4. Kulit kering dan rambut menipis
Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering. Rambut juga dapat menjadi lebih tipis atau mengalami perubahan lainnya.
Gejala ini sering dianggap sebagai masalah kulit atau rambut biasa, padahal apabila muncul bersamaan dengan mudah lelah, sensitif terhadap dingin, atau sembelit, pemeriksaan kesehatan dapat membantu mencari penyebab yang sebenarnya.
5. Gangguan pencernaan
Sembelit juga termasuk keluhan yang dapat muncul pada hipotiroid. Melambatnya sejumlah fungsi tubuh dapat ikut memengaruhi pergerakan saluran pencernaan.
Jika sembelit berlangsung terus-menerus atau disertai keluhan lain, sebaiknya jangan hanya mengandalkan perubahan pola makan tanpa mengetahui penyebabnya.
6. Perubahan menstruasi atau kesuburan
Pada perempuan, hipotiroid dapat berkaitan dengan menstruasi yang lebih berat atau tidak teratur. Gangguan fungsi tiroid juga dapat berhubungan dengan masalah kesuburan pada sebagian orang.
7. Denyut jantung lebih lambat
Hormon tiroid memiliki pengaruh terhadap kerja berbagai organ, termasuk jantung. Ketika hormon tiroid terlalu rendah, denyut jantung dapat menjadi lebih lambat.
Gejala lain yang dapat menyertai hipotiroid antara lain nyeri otot atau sendi, kulit kering, rambut menipis, serta perubahan suasana hati seperti depresi.
Penyebab Hipotiroid
Hipotiroid tidak hanya disebabkan oleh satu faktor. Penyebabnya dapat berasal dari gangguan pada kelenjar tiroid, proses autoimun, pengobatan tertentu, hingga masalah pada bagian otak yang mengatur produksi hormon tiroid.
1. Penyakit Hashimoto
Penyakit Hashimoto merupakan penyebab hipotiroid yang paling umum. Kondisi ini termasuk penyakit autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tiroid.
Kerusakan yang berlangsung secara bertahap membuat kelenjar tiroid semakin sulit menghasilkan hormon dalam jumlah yang mencukupi. NIDDK menyebutkan bahwa penyakit Hashimoto 4–10 kali lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki.
Riwayat keluarga juga dapat berperan. Risiko dapat lebih tinggi pada seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit tiroid atau penyakit autoimun tertentu.
2. Peradangan kelenjar tiroid
Peradangan pada tiroid atau tiroiditis juga dapat menyebabkan hipotiroid. Pada beberapa jenis tiroiditis, hormon tiroid yang tersimpan di dalam kelenjar dapat terlebih dahulu keluar ke dalam darah sehingga kadar hormon meningkat. Setelah fase tersebut, produksi hormon dapat menurun dan menyebabkan hipotiroid.
Salah satu bentuknya adalah postpartum thyroiditis, yaitu peradangan tiroid yang dapat terjadi setelah seseorang melahirkan.
3. Operasi atau terapi radiasi pada tiroid
Hipotiroid juga dapat muncul setelah sebagian atau seluruh kelenjar tiroid diangkat melalui operasi. Terapi radiasi yang mengenai tiroid, leher, atau area tertentu di dada juga dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi tiroid.
4. Obat-obatan tertentu
Beberapa obat dapat memengaruhi kemampuan kelenjar tiroid dalam menghasilkan hormon. Karena itu, seseorang yang sedang menggunakan obat tertentu dan kemudian mengalami gejala yang mengarah pada gangguan tiroid perlu membicarakannya dengan dokter.
Jangan menghentikan obat yang diresepkan secara tiba-tiba hanya karena khawatir terhadap efeknya. Penyesuaian obat sebaiknya dilakukan berdasarkan evaluasi tenaga kesehatan.
5. Kekurangan atau kelebihan yodium
Yodium merupakan mineral penting untuk pembentukan hormon tiroid. WHO menjelaskan bahwa asupan yodium yang tidak mencukupi dapat mengganggu produksi hormon tiroid dan menyebabkan hipotiroid.
Namun, bukan berarti semakin banyak yodium semakin baik. WHO juga mencatat bahwa asupan yodium yang berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah tiroid tertentu, termasuk penyakit tiroid autoimun pada kondisi tertentu.
Karena itu, penggunaan suplemen yodium dalam jumlah tinggi sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.
6. Gangguan pada kelenjar pituitari
Penyebab hipotiroid yang lebih jarang dapat berasal dari kelenjar pituitari atau hipofisis. Kelenjar ini berperan dalam mengatur kerja tiroid melalui hormon perangsang tiroid (TSH).