Apa Itu Hipotiroid? Kenali Gejala dan Penyebabnya

Jika sistem pengaturan tersebut mengalami gangguan, kelenjar tiroid dapat tidak mendapatkan sinyal yang cukup untuk memproduksi hormon.

Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Hipotiroid?

Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan fungsi tiroid. Faktor yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Perempuan.
  • Orang berusia lebih dari 60 tahun.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tiroid.
  • Pernah mengalami masalah tiroid sebelumnya.
  • Pernah menjalani operasi atau terapi radiasi pada area tiroid.
  • Baru menjalani kehamilan.
  • Memiliki penyakit autoimun tertentu.
  • Memiliki diabetes tipe 1 atau kondisi kesehatan tertentu yang berkaitan dengan autoimunitas.

Dalam sebuah analisis yang dibahas oleh American Thyroid Association, hipotiroid tampak lebih sering pada perempuan dan kelompok usia yang lebih tua. Salah satu data penelitian tersebut menemukan 0,8% peserta mengalami hipotiroid overt dan 1,9% mengalami hipotiroid subklinis dari 4.471 orang dewasa yang diteliti.

Bagaimana Hipotiroid Didiagnosis?

Gejala saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami hipotiroid. Alasannya, keluhan seperti lelah, berat badan berubah, kulit kering, atau sembelit juga dapat muncul akibat berbagai kondisi lain.

Dokter biasanya mempertimbangkan riwayat kesehatan, melakukan pemeriksaan fisik, kemudian menggunakan pemeriksaan darah untuk menilai fungsi tiroid. Pemeriksaan tersebut dapat membantu melihat kadar TSH dan hormon tiroid, terutama free T4 (FT4). Pemeriksaan tambahan dapat dilakukan jika dokter perlu mencari penyebab tertentu.

Karena itu, seseorang sebaiknya tidak menyimpulkan dirinya mengalami hipotiroid hanya berdasarkan daftar gejala di internet.

Apakah Hipotiroid Bisa Diobati?

Hipotiroid umumnya dapat ditangani dengan menggantikan hormon tiroid yang tidak lagi diproduksi tubuh dalam jumlah cukup. Salah satu terapi yang paling umum adalah levothyroxine, yaitu hormon tiroid sintetis yang memiliki bentuk sama dengan hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid.

Dosis dan kebutuhan terapi tidak sama untuk setiap orang. Pemeriksaan darah dan evaluasi dokter diperlukan untuk menentukan apakah kadar hormon sudah berada pada tingkat yang sesuai.

Pengobatan juga penting karena hipotiroid yang tidak tertangani dapat berkontribusi terhadap peningkatan kadar kolesterol. Pada kondisi yang sangat berat dan jarang terjadi, hipotiroid yang tidak diobati dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang membutuhkan penanganan medis segera.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?

Jika seseorang mengalami beberapa gejala seperti mudah lelah, sering kedinginan, kulit kering, sembelit, perubahan berat badan, rambut menipis, atau gangguan menstruasi secara bersamaan dan berlangsung terus-menerus, pemeriksaan ke tenaga kesehatan dapat dipertimbangkan.

Yang terpenting, jangan mencoba menentukan diagnosis hanya berdasarkan satu gejala. Hipotiroid merupakan kondisi yang dapat diperiksa secara medis melalui evaluasi gejala dan pemeriksaan fungsi tiroid.

Kesimpulan

Apa itu hipotiroid? Hipotiroid adalah kondisi ketika kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon tiroid yang cukup sehingga berbagai fungsi tubuh dapat berjalan lebih lambat. Gejalanya bisa berupa mudah lelah, sensitif terhadap dingin, perubahan berat badan, kulit kering, sembelit, rambut menipis, perubahan menstruasi, hingga denyut jantung yang lebih lambat.

Penyebabnya beragam, tetapi penyakit Hashimoto merupakan salah satu penyebab paling umum. Faktor lain meliputi peradangan tiroid, operasi atau radiasi, obat tertentu, gangguan asupan yodium, serta masalah pada sistem pengatur hormon seperti kelenjar pituitari.

Karena gejalanya dapat menyerupai banyak kondisi lain, diagnosis sebaiknya dilakukan melalui pemeriksaan medis, bukan hanya berdasarkan gejala. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, gangguan fungsi tiroid dapat dikelola dengan baik.

Scroll to Top