“Anak saya awalnya dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk bertemu di area Danau Cewot. Karena merasa berteman baik, dia tidak menaruh curiga dan langsung ke lokasi,” ujar Jon saat memberikan keterangan usai melapor.
Menurut pengakuan JN, sesampainya di lokasi, ia sudah ditunggu oleh sekitar 13 orang temannya. JN dituduh telah menantang berkelahi, sebuah tuduhan yang ia sangkal keras. Saat hendak meninggalkan lokasi, JN ditarik dari sepeda motor hingga terjatuh, sebelum akhirnya dikeroyok oleh kelompok tersebut. Baca Juga : Barcode BBM Subsidi Makin Sering Disalahgunakan, BPSK Lubuklinggau Siapkan Sidang Perdana
“Saya kenal baik dengan mereka, bahkan sejak SMP. Saat kejadian, saya mau pulang tapi ditarik dari belakang hingga jatuh. Setelah itu, saya tidak ingat lagi siapa saja yang memukul, ada yang menjambak dan memukul,” ungkap JN dengan kondisi masih mengalami trauma.