Sekitar 60–70% penderita diabetes tipe 2 mengalami peningkatan nafsu makan sebelum akhirnya didiagnosis.
4. Berat Badan Turun Tanpa Sebab
Penurunan berat badan secara tiba-tiba lebih sering terjadi pada diabetes tipe 1, namun juga dapat dialami penderita diabetes tipe 2. Tubuh mulai menggunakan lemak dan otot sebagai sumber energi sehingga berat badan berkurang. Gejala ini ditemukan pada sekitar 35–45% pasien diabetes yang belum mendapatkan pengobatan.
5. Mudah Lelah
Tubuh tidak mampu menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga penderita lebih cepat lelah. Rasa lelah biasanya berlangsung terus-menerus walaupun waktu istirahat sudah cukup. Sekitar 80% penderita diabetes mengeluhkan mudah lelah sebagai salah satu gejala awal.
6. Luka Sulit Sembuh
Kadar gula darah yang tinggi mengganggu sirkulasi darah serta memperlambat proses penyembuhan luka. Luka kecil dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh dibandingkan orang sehat. Gejala ini muncul pada sekitar 30–40% penderita diabetes.
7. Penglihatan Kabur
Gula darah tinggi dapat menyebabkan perubahan bentuk lensa mata sehingga penglihatan menjadi buram.
Apabila dibiarkan dalam waktu lama, diabetes dapat menyebabkan retinopati diabetik yang berpotensi mengganggu penglihatan secara permanen.
Sekitar 20–30% pasien baru mengeluhkan penglihatan kabur saat pertama kali didiagnosis.
8. Kesemutan pada Tangan dan Kaki
Kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi menyebabkan munculnya rasa:
- Kesemutan
- Mati rasa
- Sensasi terbakar
- Nyeri seperti tertusuk
Neuropati diabetik dialami sekitar 50% penderita diabetes yang telah menderita penyakit ini selama bertahun-tahun.
9. Infeksi Berulang
Penderita diabetes lebih rentan mengalami infeksi karena sistem kekebalan tubuh menurun.
Infeksi yang sering muncul meliputi:
- Infeksi kulit
- Infeksi saluran kemih
- Infeksi jamur
- Infeksi gusi
Risiko infeksi meningkat hingga 2 kali lebih tinggi dibandingkan individu tanpa diabetes.
Gejala Diabetes pada Wanita
Wanita dapat mengalami beberapa gejala tambahan, seperti:
Infeksi Jamur pada Area Kewanitaan
Kadar gula tinggi mempermudah pertumbuhan jamur Candida. Sekitar 20–30% wanita penderita diabetes mengalami infeksi jamur berulang.
Gatal pada Area Sensitif
Gatal yang terus-menerus dapat menjadi salah satu tanda kadar gula darah tidak terkontrol.
Baca Juga :Â Kolesterol Tinggi? Coba Konsumsi 7 Buah Penurun Kolesterol Ini!
Siklus Menstruasi Tidak Teratur
Pada sebagian wanita, diabetes yang tidak terkontrol dapat memengaruhi keseimbangan hormon sehingga siklus haid menjadi tidak teratur.
Gejala Diabetes pada Pria
Pria juga memiliki beberapa gejala khusus, antara lain:
- Disfungsi ereksi
- Penurunan gairah seksual
- Gangguan kesuburan
Penelitian menunjukkan sekitar 35–75% pria penderita diabetes mengalami gangguan fungsi ereksi selama perjalanan penyakitnya.
Faktor Risiko Terjadinya Diabetes
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko diabetes meliputi:
- Obesitas
- Kurang aktivitas fisik
- Pola makan tinggi gula
- Riwayat keluarga diabetes
- Hipertensi
- Kolesterol tinggi
- Usia di atas 45 tahun
- Riwayat diabetes gestasional
Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin besar peluang terkena diabetes tipe 2.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Segera lakukan pemeriksaan gula darah apabila mengalami:
- Sering haus tanpa sebab
- Buang air kecil lebih sering
- Berat badan turun drastis
- Luka sulit sembuh
- Penglihatan mulai kabur
- Kesemutan yang tidak kunjung hilang
- Mudah lelah setiap hari
Pemeriksaan sejak dini membantu mencegah komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga kerusakan saraf.
Cara Mencegah Diabetes
Meskipun tidak semua jenis diabetes dapat dicegah, diabetes tipe 2 sangat bisa dikurangi risikonya melalui perubahan gaya hidup.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan yaitu:
Menjaga Berat Badan Ideal
Menurunkan berat badan sekitar 5–10% pada orang dengan kelebihan berat badan dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 secara signifikan.
Rutin Berolahraga
Lakukan aktivitas fisik minimal:
- 150 menit per minggu untuk olahraga intensitas sedang.
- Latihan kekuatan otot sebanyak 2–3 kali per minggu.
Mengurangi Konsumsi Gula
Batasi minuman manis, makanan olahan, dan camilan tinggi gula.
Perbanyak konsumsi:
- Sayuran
- Buah utuh
- Biji-bijian
- Protein tanpa lemak
- Kacang-kacangan
Tidur yang Cukup
Tidur selama 7–9 jam setiap malam membantu menjaga keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh.
Melakukan Pemeriksaan Rutin
Jika memiliki riwayat keluarga diabetes atau faktor risiko lainnya, lakukan pemeriksaan gula darah secara berkala setidaknya 1 kali setiap tahun atau sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Komplikasi Jika Gejala Diabetes Diabaikan
Diabetes yang tidak ditangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, antara lain:
- Penyakit jantung
- Stroke
- Gagal ginjal
- Kerusakan saraf
- Gangguan penglihatan
- Luka kronis pada kaki
- Amputasi
- Penurunan fungsi organ lainnya
Risiko komplikasi meningkat seiring lamanya kadar gula darah tidak terkontrol.
Kesimpulan
Gejala diabetes tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Banyak penderita hanya merasakan keluhan ringan seperti sering haus, mudah lelah, atau sering buang air kecil sehingga menganggapnya sebagai kondisi biasa. Padahal, deteksi dini merupakan kunci utama untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
Apabila Anda mengalami beberapa gejala diabetes secara bersamaan, terutama jika disertai faktor risiko seperti obesitas, riwayat keluarga, atau hipertensi, segera lakukan pemeriksaan gula darah di fasilitas kesehatan. Dengan pola hidup sehat, olahraga teratur, serta pengobatan yang tepat bila diperlukan, diabetes dapat dikendalikan sehingga kualitas hidup tetap terjaga.