Dokter dapat mempertimbangkan beberapa hal, seperti:
- Kadar hemoglobin.
- Jumlah dan karakteristik sel darah merah.
- Kadar zat besi dan cadangannya.
- Kadar vitamin B12 atau folat.
- Riwayat perdarahan.
- Kondisi kesehatan yang sudah dimiliki.
- Riwayat keluarga untuk kemungkinan kelainan darah yang diturunkan.
Pemeriksaan tambahan dapat dilakukan apabila terdapat dugaan penyebab tertentu. NHLBI menjelaskan bahwa diagnosis anemia menggunakan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, serta hasil pemeriksaan laboratorium untuk mencari penyebabnya.
Jangan Menganggap Semua Anemia Sama
Salah satu kesalahpahaman yang cukup umum adalah menganggap semua anemia dapat diatasi dengan cara yang sama. Padahal, pemberian zat besi belum tentu sesuai untuk setiap jenis anemia.
Jika anemia disebabkan kekurangan zat besi, penanganannya dapat berbeda dengan anemia akibat kekurangan vitamin B12, penyakit kronis, gangguan sumsum tulang, atau penghancuran sel darah merah.
Karena itu, penting untuk mengetahui penyebabnya terlebih dahulu. Mengandalkan dugaan berdasarkan gejala saja dapat membuat penyebab utama anemia tidak teridentifikasi.
Kesimpulan
Jenis-jenis anemia dan perbedaan penyebabnya menunjukkan bahwa anemia merupakan kondisi yang cukup beragam. Anemia defisiensi besi terjadi karena tubuh kekurangan zat besi, sedangkan anemia akibat vitamin B12 atau folat berkaitan dengan kekurangan nutrisi tertentu. Di sisi lain, anemia penyakit kronis berhubungan dengan kondisi kesehatan yang berlangsung lama, anemia hemolitik terjadi karena sel darah merah dihancurkan terlalu cepat, dan anemia aplastik berkaitan dengan kegagalan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah yang cukup.
Dengan memahami perbedaan tersebut, anemia tidak lagi dipandang sekadar sebagai kondisi “kurang darah”. Penyebab yang mendasarinya justru menjadi bagian penting untuk menentukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat. Jika seseorang mengalami keluhan seperti mudah lelah, lemas, pusing, atau sesak yang menetap, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui apakah keluhan tersebut berkaitan dengan anemia dan apa penyebabnya.
Catatan: Informasi dalam artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan diagnosis atau saran dari tenaga kesehatan.