Jenis latihan ini dapat mencakup gerakan dengan intensitas ringan sampai tinggi. Pilih tingkat intensitas yang sesuai dengan kemampuan dan tingkat kebugaran.
Bagi pemula, mengikuti latihan dengan intensitas rendah terlebih dahulu dapat membantu tubuh beradaptasi.
7. Latihan Interval Intensitas Tinggi
High-Intensity Interval Training atau HIIT menggunakan periode aktivitas dengan intensitas tinggi yang diselingi periode pemulihan atau aktivitas dengan intensitas lebih rendah.
Karena intensitasnya tinggi, HIIT tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama seseorang yang baru mulai berolahraga. Durasi latihan yang relatif singkat juga bukan berarti seseorang harus langsung melakukan gerakan dengan intensitas maksimal.
Pemula sebaiknya membangun dasar kebugaran terlebih dahulu dan menyesuaikan gerakan dengan kemampuan tubuh.
Kombinasi Olahraga untuk Menurunkan Berat Badan
Menggabungkan beberapa jenis olahraga dapat membuat rutinitas menjadi lebih seimbang. Misalnya, aktivitas aerobik dapat dikombinasikan dengan latihan kekuatan.
Contoh jadwal sederhana dalam satu minggu:
- Senin: jalan cepat 30 menit
- Selasa: latihan kekuatan
- Rabu: jalan kaki atau bersepeda santai
- Kamis: istirahat atau aktivitas ringan
- Jumat: jogging atau latihan aerobik
- Sabtu: latihan kekuatan
- Minggu: jalan santai atau istirahat
Jadwal tersebut bukan aturan wajib. Durasi dan jenis olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang.
Berapa Lama Olahraga untuk Membantu Menurunkan Berat Badan?
Tidak ada satu durasi olahraga yang otomatis membuat berat badan turun karena hasilnya dipengaruhi banyak faktor, termasuk pola makan, aktivitas harian, kondisi tubuh, tidur, dan konsistensi.
Sebagai dasar kesehatan, orang dewasa umumnya dianjurkan melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas intensitas tinggi, ditambah latihan penguatan otot minimal 2 hari per minggu.
Artinya, seseorang bisa membagi aktivitas tersebut menjadi beberapa sesi. Tidak harus dilakukan sekaligus dalam satu hari.
Jika seseorang baru mulai aktif, peningkatan durasi secara bertahap lebih masuk akal daripada langsung mengejar target tertinggi.
Apakah Olahraga Saja Cukup untuk Menurunkan Berat Badan?
Olahraga memiliki peran penting, tetapi pengelolaan berat badan tidak hanya bergantung pada aktivitas fisik. Pola makan, kualitas tidur, tingkat stres, kondisi kesehatan, dan kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi perubahan berat badan.
Karena itu, pendekatan yang lebih sehat adalah menggabungkan aktivitas fisik rutin dengan pola makan yang cukup dan seimbang.
Hindari menjadikan olahraga sebagai alasan untuk melakukan pembatasan makanan secara ekstrem. Tubuh tetap membutuhkan energi dan zat gizi untuk menjalankan fungsi normal serta mendukung aktivitas fisik.
Tips Memilih Olahraga yang Bisa Dilakukan Secara Konsisten
Olahraga yang paling efektif untuk rutinitas seseorang adalah olahraga yang dapat dilakukan secara aman dan konsisten. Beberapa hal berikut dapat dipertimbangkan:
- Pilih aktivitas yang memang disukai.
- Mulai dari intensitas yang sesuai kemampuan.
- Tingkatkan durasi atau intensitas secara bertahap.
- Berikan tubuh waktu untuk beristirahat.
- Gunakan sepatu dan perlengkapan yang sesuai aktivitas.
- Jangan memaksakan latihan ketika mengalami nyeri atau merasa tidak sehat.
- Kombinasikan latihan aerobik dan kekuatan.
- Jadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas harian.
Konsistensi juga tidak berarti harus berolahraga dengan intensitas tinggi setiap hari. Hari istirahat merupakan bagian dari rutinitas yang sehat.
Kesimpulan
Jenis olahraga yang cocok untuk menurunkan berat badan sangat beragam, mulai dari jalan kaki, jogging, bersepeda, berenang, senam aerobik, hingga latihan kekuatan. Tidak ada satu olahraga yang paling baik untuk semua orang.
Yang lebih penting adalah memilih aktivitas yang sesuai kemampuan, dilakukan secara rutin, dan dikombinasikan dengan kebiasaan hidup yang mendukung kesehatan. Target aktivitas fisik orang dewasa umumnya berada pada kisaran 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, ditambah latihan kekuatan minimal 2 hari per minggu.
Jika baru mulai berolahraga, tidak perlu langsung mengejar target tinggi. Mulailah dari aktivitas yang mampu dilakukan dengan nyaman, kemudian tingkatkan secara perlahan. Dengan pendekatan tersebut, olahraga dapat menjadi kebiasaan jangka panjang, bukan sekadar aktivitas sementara untuk mengejar angka pada timbangan.