Maag Kronis: Kenali Gejala, Penyebab, Cara Menangani, dan Kapan Perlu Diperiksa

H. pylori kronis juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker lambung. Hal ini bukan berarti setiap orang yang mengalami gastritis akan terkena kanker, tetapi menjadi alasan mengapa infeksi H. pylori dan gastritis kronis tertentu perlu ditangani dengan tepat.

Kapan Maag Kronis Perlu Segera Diperiksa?

Keluhan lambung yang berlangsung lama sebaiknya tidak terus-menerus dianggap sebagai maag biasa. Terlebih jika gejalanya semakin berat atau muncul tanda yang tidak biasa.

Segera cari pertolongan medis jika terdapat tanda seperti:

  • Muntah darah atau muntah yang tampak seperti bubuk kopi.
  • Tinja berwarna hitam atau seperti aspal.
  • Pusing atau lemas yang berat.
  • Sesak atau merasa sangat lemah, terutama bila disertai kemungkinan perdarahan.
  • Nyeri perut yang berat atau semakin memburuk.
  • Penurunan berat badan yang tidak direncanakan.
  • Muntah berulang atau sulit makan dan minum.

Tanda-tanda tersebut tidak boleh dianggap sebagai sekadar kambuhnya maag karena dapat menunjukkan komplikasi atau masalah lain yang membutuhkan pemeriksaan segera.

Kesimpulan

Maag kronis merupakan istilah yang sering digunakan untuk keluhan lambung berkepanjangan, tetapi secara medis perlu dibedakan dari berbagai kondisi seperti gastritis kronis, gastropati, tukak lambung, maupun gangguan pencernaan lainnya.

Penyebabnya juga beragam. H. pylori merupakan salah satu penyebab terpenting, sementara penggunaan NSAID dalam kondisi tertentu, gastritis autoimun, dan faktor lain juga dapat berperan. Bahkan, sebagian orang dengan gastritis kronis tidak mengalami gejala yang jelas.

Scroll to Top