RIGHTBUSSINESS- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Musi Rawas terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, sebanyak 49 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan tersebar di seluruh kecamatan untuk memenuhi kebutuhan makan bergizi ribuan siswa setiap harinya.
Meski demikian, satu dapur SPPG terpaksa menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Penyebabnya bukan karena persoalan makanan maupun distribusi, melainkan adanya kekosongan tenaga ahli gizi yang menjadi salah satu syarat utama operasional dapur MBG.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Musi Rawas, Tommy, menjelaskan bahwa jumlah dapur di setiap kecamatan berbeda-beda. Penentuan jumlah tersebut disesuaikan dengan banyaknya sasaran penerima manfaat, kondisi geografis wilayah, hingga akses distribusi.
“Saat ini sudah ada 49 dapur SPPG yang beroperasi di Kabupaten Musi Rawas dan tersebar di seluruh kecamatan, meskipun jumlahnya berbeda-beda di setiap kecamatan,” ujar Tommy.
Sebaran 49 Dapur SPPG di Kabupaten Musi Rawas
Berikut data jumlah dapur SPPG yang telah beroperasi di setiap kecamatan di Kabupaten Musi Rawas.
| No | Kecamatan | Jumlah SPPG |
|---|---|---|
| 1 | STL Ulu Terawas | 5 |
| 2 | Selangit | 3 |
| 3 | Tiang Pumpung Kepungut | 1 |
| 4 | Jayaloka | 2 |
| 5 | Sumber Harta | 3 |
| 6 | Purwodadi | 2 |
| 7 | Tuah Negeri | 1 |
| 8 | Tugumulyo | 8 |
| 9 | Muara Lakitan | 4 |
| 10 | Muara Kelingi | 6 |
| 11 | Megang Sakti | 6 |
| 12 | BTS Ulu | 2 |
| 13 | Sukakarya | 2 |
| 14 | Muara Beliti | 4 |
| Total | Kabupaten Musi Rawas | 49 SPPG |
Dari data tersebut, Kecamatan Tugumulyo menjadi wilayah dengan jumlah dapur terbanyak, yakni delapan dapur SPPG. Sementara Kecamatan Muara Kelingi dan Megang Sakti masing-masing memiliki enam dapur. Sebaliknya, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) dan Tuah Negeri baru memiliki satu dapur sehingga cakupan pelayanan masih cukup luas.
Di tengah bertambahnya jumlah dapur MBG, terdapat satu dapur yang saat ini belum dapat beroperasi. Dapur tersebut berada di Desa Karya Sakti, Kecamatan Muara Kelingi.Menurut Tommy, penghentian operasional dilakukan karena tenaga ahli gizi yang bertugas sebelumnya mengundurkan diri sehingga posisi tersebut masih kosong.
Kondisi ini membuat operasional dapur harus dihentikan sementara hingga proses perekrutan tenaga ahli gizi baru selesai dilakukan.
“Untuk sementara ada satu SPPG yang disuspend di Desa Karya Sakti, Kecamatan Muara Kelingi. Penyebabnya karena ahli gizinya kosong setelah yang sebelumnya mengundurkan diri. Operasional akan kembali berjalan setelah proses rekrutmen tenaga ahli gizi baru selesai,” jelas Tommy.
Dalam operasional dapur MBG, keberadaan ahli gizi memiliki peran yang sangat penting. Selain memastikan kualitas makanan tetap terjaga, ahli gizi juga bertanggung jawab menyusun menu sesuai kebutuhan nutrisi peserta didik. Karena itulah, apabila posisi tenaga ahli gizi kosong, operasional dapur tidak dapat dilanjutkan sampai ada petugas pengganti yang memenuhi persyaratan. Baca juga :Â BGN Tegaskan Dapur MBG Dilarang Gunakan LPG 3 Kg, MinyaKita, dan Beras SPHP
Tommy menjelaskan, satu dapur SPPG rata-rata mampu memproduksi sekitar 2.000 hingga 3.000 porsi makanan setiap hari. Jumlah tersebut disesuaikan dengan banyaknya sekolah dan siswa yang menjadi penerima manfaat di wilayah masing-masing.
Untuk kecamatan yang jumlah siswanya relatif sedikit, satu dapur bahkan mampu melayani antara 10 hingga 15 sekolah sekaligus. Model pelayanan tersebut dinilai cukup efektif untuk mengoptimalkan operasional dapur sekaligus menjaga kualitas makanan yang didistribusikan.
Meski program MBG terus berkembang, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala utama adalah kondisi geografis beberapa wilayah yang memiliki akses jalan kurang memadai. Akibatnya, distribusi makanan menuju sekolah menjadi lebih lama dibandingkan daerah lain.
“Beberapa kecamatan masih terkendala jarak dan kondisi jalan yang belum memadai sehingga distribusi makanan menjadi lebih lambat. Namun kondisi ini tidak terjadi di semua wilayah,” kata Tommy.