“Kami istirahatkan dulu Pak RP dari kelas. Ini langkah preventif agar suasana mereda dan fokus pada penyelesaian masalah,” jelas Rusmani.
Di sisi lain, Rusmani membantah adanya isu mengenai siswa yang mengajukan pindah sekolah akibat insiden ini. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada satu pun surat pindah yang diterbitkan oleh pihak sekolah. Meski begitu, pihak keluarga korban tetap bersikukuh bahwa trauma mendalam membuat mereka mempertimbangkan untuk mencabut anaknya dari sekolah tersebut.
Proses Hukum Terus Berlanjut Pihak kepolisian saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ipda Dio menegaskan bahwa kasus ini akan segera ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah bukti-bukti lengkap. Meski membuka pintu untuk Restorative Justice (RJ) jika kedua belah pihak mencapai kesepakatan, pihak kepolisian memastikan bahwa proses hukum tetap menjadi prioritas utama.