RIGHTBUSSINESS- Merasa stres, mudah cemas, atau pikiran terasa penuh setelah menjalani aktivitas sehari-hari? Salah satu cara sederhana yang bisa membantu adalah olahraga. Selain menjaga kebugaran tubuh, aktivitas fisik juga berkaitan erat dengan suasana hati, kualitas tidur, kemampuan mengelola stres, hingga rasa percaya diri.
Menariknya, olahraga tidak selalu berarti latihan berat di gym. Jalan kaki, bersepeda, berenang, melakukan peregangan, atau sekadar bergerak aktif secara rutin juga bisa menjadi bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan mental.
Manfaat Olahraga bagi Kesehatan Mental yang Perlu Diketahui
Olahraga memberikan pengaruh positif terhadap tubuh sekaligus pikiran. Ketika seseorang aktif bergerak, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis yang dapat membantu meningkatkan suasana hati dan membuat pikiran terasa lebih segar.
Baca Juga : Jenis Olahraga untuk Pemula Hidup Sehat Tanpa Takut Cedera
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150–300 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu, atau sekitar 75–150 menit aktivitas intensitas tinggi. Rekomendasi ini bukan hanya berkaitan dengan kesehatan fisik, tetapi juga membantu mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan.
1. Membantu Mengurangi Stres
Stres merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan. Namun, stres yang berlangsung terus-menerus dapat membuat seseorang mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan mengalami perubahan suasana hati.
Olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk membantu tubuh mengelola tekanan tersebut. Saat beraktivitas fisik, tubuh mengalami peningkatan aliran darah dan perubahan berbagai respons kimiawi yang berkaitan dengan suasana hati.
Bahkan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki selama beberapa puluh menit dapat memberikan kesempatan bagi pikiran untuk beristirahat dari rutinitas.
Dampak yang sering dirasakan setelah berolahraga antara lain:
- Pikiran terasa lebih rileks.
- Ketegangan tubuh berkurang.
- Suasana hati menjadi lebih baik.
- Tubuh terasa lebih segar.
- Fokus terhadap aktivitas berikutnya meningkat.
2. Membantu Meningkatkan Suasana Hati
Salah satu manfaat olahraga bagi kesehatan mental yang cukup banyak dirasakan adalah perubahan suasana hati menjadi lebih positif.
Aktivitas fisik dapat merangsang pelepasan berbagai zat kimia di otak yang berhubungan dengan perasaan nyaman dan kesejahteraan. Karena itu, olahraga sering terasa seperti memberikan “jeda” dari pikiran yang sedang berat.
Tidak harus melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Bagi pemula, berjalan santai, stretching, atau bersepeda ringan bisa menjadi awal yang realistis.
Jika dilakukan secara konsisten, aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk menjaga mood tetap stabil.
3. Membantu Mengurangi Rasa Cemas
Rasa cemas terkadang membuat pikiran terus memikirkan berbagai kemungkinan. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terasa tegang dan sulit berkonsentrasi.
Bergerak aktif dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang berulang sekaligus membuat tubuh menggunakan energi secara positif.
Salah satu penelitian besar yang diterbitkan dalam JAMA Psychiatry menemukan bahwa aktivitas fisik berkaitan dengan penurunan risiko mengalami depresi. Analisis tersebut menunjukkan bahwa aktivitas fisik dalam jumlah yang relatif rendah sekalipun sudah berkaitan dengan manfaat kesehatan mental.
Secara umum, penelitian tersebut memperkirakan bahwa aktivitas fisik setara sekitar 2,5 jam berjalan kaki per minggu dapat memberikan manfaat yang berarti dibandingkan tidak melakukan aktivitas fisik.
Artinya, seseorang tidak harus langsung menjalani latihan berat. Konsistensi justru lebih penting daripada memaksakan tubuh berolahraga terlalu keras.
4. Mendukung Kualitas Tidur
Tidur dan kesehatan mental memiliki hubungan yang sangat erat. Ketika tidur kurang berkualitas, seseorang bisa menjadi lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan lebih sensitif terhadap tekanan.
Olahraga secara rutin dapat membantu mendukung pola tidur yang lebih baik. Aktivitas fisik membuat tubuh menggunakan energi sehingga pada waktu istirahat tubuh lebih siap memasuki fase pemulihan.
Namun, waktu olahraga juga perlu diperhatikan. Bagi sebagian orang, olahraga yang terlalu intens menjelang waktu tidur justru membuat tubuh lebih aktif.
Agar olahraga mendukung tidur, beberapa kebiasaan yang bisa dicoba yaitu:
- Berolahraga secara konsisten.
- Memilih waktu latihan yang nyaman.
- Tidak memaksakan olahraga ketika tubuh sangat lelah.
- Mengombinasikan olahraga dengan jadwal tidur yang teratur.
- Mengurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur.
5. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Olahraga bukan hanya tentang perubahan fisik. Ketika seseorang berhasil membangun kebiasaan aktif, muncul pula rasa pencapaian.
Misalnya, seseorang yang sebelumnya jarang bergerak kemudian berhasil berjalan kaki secara rutin selama beberapa minggu. Keberhasilan sederhana tersebut dapat meningkatkan keyakinan bahwa dirinya mampu membuat perubahan positif.
Rasa percaya diri juga dapat muncul karena olahraga memberikan kesempatan untuk menetapkan target dan mencapainya secara bertahap.
Tidak perlu menggunakan target yang ekstrem. Target seperti berjalan kaki selama 20–30 menit, melakukan stretching beberapa kali seminggu, atau menyelesaikan latihan ringan sudah cukup untuk membangun kebiasaan.
6. Membantu Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi
Aktivitas fisik juga berhubungan dengan fungsi kognitif. Ketika tubuh bergerak, sirkulasi darah meningkat dan otak mendapatkan dukungan untuk menjalankan berbagai fungsi.
Karena itu, olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan jeda ketika seseorang merasa sulit berkonsentrasi setelah belajar atau bekerja terlalu lama.
Daripada terus memaksakan diri duduk di depan layar, berjalan sebentar atau melakukan peregangan dapat menjadi pilihan sederhana.
Aktivitas singkat yang dapat dilakukan saat mulai kehilangan fokus:
- Jalan kaki selama 5–10 menit.
- Melakukan stretching ringan.
- Naik turun tangga secara wajar.
- Menggerakkan bahu dan leher.
- Berjalan sambil mengambil udara segar.
7. Membantu Mencegah Penurunan Mood dalam Jangka Panjang
Kebiasaan olahraga tidak memberikan manfaat hanya pada hari ketika seseorang selesai berlatih. Jika dilakukan secara konsisten, aktivitas fisik dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang mendukung kesejahteraan mental.
WHO memperkirakan sekitar 1 dari 8 orang di dunia hidup dengan gangguan mental. Data tersebut menunjukkan bahwa kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan.
Olahraga tentu bukan pengganti bantuan profesional untuk seseorang yang mengalami gangguan mental. Namun, aktivitas fisik dapat menjadi salah satu kebiasaan pendukung yang membantu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.
Berapa Lama Olahraga untuk Mendapatkan Manfaat bagi Kesehatan Mental?
Tidak ada satu durasi yang berlaku untuk semua orang. Kondisi fisik, usia, kebiasaan sehari-hari, dan jenis olahraga dapat memengaruhi kebutuhan masing-masing individu.



