Tak hanya itu, menurut keterangan pihak yayasan, Irham kemudian mengambil kayu bekas pintu yang rusak dan menggunakannya untuk mengancam klien lain serta petugas.

Pada saat kejadian, petugas yayasan harus berkonsentrasi untuk mengamankan klien lainnya yang berada di lokasi.

Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan Irham untuk keluar dari tempat rehabilitasi. Ia akhirnya melarikan diri dari Yayasan Karunia Insani.

Pras juga mengungkapkan bahwa Irham bukan pertama kali menjalani rehabilitasi. Sebelum dititipkan di Yayasan Karunia Insani, dia disebut sudah beberapa kali menjalani rehabilitasi di tempat lain.

Saat kejadian berlangsung, pihak keluarga Irham sendiri sedang berada di yayasan untuk membicarakan urusan administrasi dan pemberkasan, termasuk rencana rujukan ke RSJ Bengkulu.

Ruangan yang digunakan keluarga untuk berdiskusi disebut berada tidak jauh dari ruang observasi Irham. Kondisi tersebut membuat Irham mengetahui bahwa ibunya berada di lokasi.

Menurut Pras, Irham beberapa kali menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengan sang ibu. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi karena keluarga khawatir dengan kondisi emosionalnya.

Baca Juga : Pelaku Pencuri Durian di Rumah Pegawai Lapas Lubuk Linggau Meninggal Dunia, Polisi Siapkan Gelar Perkara

Peristiwa tersebut akhirnya membuat proses rehabilitasi Irham yang baru berjalan dua hari berakhir dengan dirinya melarikan diri dari tempat tersebut.

Dari keterangan yang disampaikan, pihak Polres Muratara menekankan bahwa Irham dititipkan untuk rehabilitasi atas permintaan keluarga setelah dipertimbangkan sebagai pengguna narkoba.

Sementara itu, pihak Yayasan Karunia Insani menjelaskan secara lebih rinci mengenai kejadian yang terjadi di tempat rehabilitasi hingga Irham berhasil melarikan diri.

Polres Muratara juga memastikan bahwa ketika Irham diamankan, tidak ada barang bukti narkotika yang ditemukan pada dirinya.

Dengan demikian, informasi mengenai pecandu kabur dari panti rehabilitasi tersebut mencakup proses penempatan Irham di yayasan, kondisi yang terjadi saat ibunya datang, hingga akhirnya ia melarikan diri dari ruang rehabilitasi.

Halaman:
1 2