Namun, memilih buah hanya berdasarkan satu angka IG bukan pendekatan yang selalu cukup. Porsi, total karbohidrat, bentuk makanan, dan makanan lain yang dikonsumsi bersamaan juga perlu dipertimbangkan.
Dengan kata lain, jangan sampai pencarian “buah dengan IG rendah” justru membuat seseorang mengabaikan jumlah makanan yang dikonsumsi.
Mengapa Pola Makan Keseluruhan Lebih Penting?
Diabetes bukan kondisi yang dapat dikelola hanya dengan memilih satu jenis buah. Pengaturan makanan merupakan bagian dari pendekatan yang lebih luas.
WHO mencatat bahwa diabetes dapat ditangani dan dampaknya dapat dicegah atau ditunda melalui kombinasi pola makan sehat, aktivitas fisik, obat-obatan bila diperlukan, serta pemeriksaan dan penanganan komplikasi secara berkala.
Baca Juga : Makanan Penderita Diabetes: Pilihan Sehat untuk Membantu Menjaga Gula Darah
Jadi, tidak perlu mencari satu “buah ajaib”. Yang lebih realistis adalah membangun pola makan yang konsisten.
Kesimpulan
Buah untuk diabetes tetap dapat menjadi bagian dari menu sehari-hari. Pilihan yang bisa dipertimbangkan antara lain apel, pir, jeruk, buah beri, kiwi, alpukat, dan pepaya. Namun, jenis buah bukan satu-satunya hal yang menentukan. Porsi, bentuk penyajian, tambahan gula, dan jumlah karbohidrat juga perlu diperhatikan.
Sebagai panduan praktis, utamakan buah utuh, batasi tambahan gula, dan jangan menganggap buah kering atau jus memiliki porsi yang sama dengan buah segar. ADA mencatat bahwa sekitar 15 gram karbohidrat dapat berasal dari satu buah kecil, ½ cangkir buah beku atau kalengan, ⅓–½ cangkir jus, atau hanya sekitar 2 sendok makan buah kering, tergantung jenisnya.



