Jika penyebab dasarnya dapat diketahui dan ditangani, tekanan darah dapat ikut membaik. Namun, penentuan penyebabnya membutuhkan pemeriksaan medis dan tidak sebaiknya dilakukan berdasarkan dugaan sendiri.

Faktor Risiko Hipertensi yang Bisa Diubah dan Tidak Bisa Diubah

Tidak semua faktor penyebab atau risiko hipertensi dapat dikendalikan. Secara sederhana, faktor tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Faktor yang tidak dapat diubah:

  • Usia.
  • Riwayat keluarga.
  • Faktor genetik.
  • Kondisi kesehatan tertentu.

Faktor yang dapat diubah:

  • Pola makan tidak sehat.
  • Konsumsi garam berlebihan.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Berat badan berlebih.
  • Kebiasaan merokok.
  • Konsumsi alkohol.
  • Kebiasaan hidup yang kurang sehat.

WHO menekankan bahwa pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, penggunaan tembakau, konsumsi alkohol, serta kelebihan berat badan termasuk faktor risiko yang dapat dimodifikasi.

Mengapa Penyebab Hipertensi Perlu Dikenali Sejak Dini?

Hipertensi sering disebut sebagai kondisi yang dapat berjalan tanpa gejala. Seseorang bisa merasa baik-baik saja meskipun tekanan darahnya sudah tinggi. Satu-satunya cara untuk mengetahui tekanan darah adalah melakukan pengukuran.

Baca Juga : Manfaat Olahraga bagi Kesehatan Mental: Cara Sederhana Menjaga Pikiran Tetap Sehat

Jika tekanan darah tinggi tidak dikendalikan, risikonya dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. WHO juga menyebut hipertensi sebagai salah satu penyebab utama kematian dini di dunia.

Karena itu, mengetahui faktor risiko saja belum cukup. Pemeriksaan tekanan darah secara berkala juga penting, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko atau mendapatkan anjuran pemeriksaan dari tenaga kesehatan.

Cara Mengurangi Risiko Hipertensi

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu menjaga tekanan darah tetap sehat, antara lain:

  • Mengurangi konsumsi makanan yang tinggi garam dan natrium.
  • Memperbanyak makanan bergizi seimbang, termasuk sayur dan buah.
  • Melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan.
  • Menjaga berat badan dalam rentang yang sehat.
  • Tidak merokok.
  • Menghindari alkohol.
  • Mengelola stres dengan cara yang sehat.
  • Memeriksa tekanan darah secara berkala.
  • Mengikuti anjuran tenaga kesehatan jika sudah memiliki tekanan darah tinggi.

Perubahan gaya hidup tidak selalu memberikan hasil dalam waktu singkat. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan yang dapat dilakukan secara konsisten.

Kesimpulan

Penyebab hipertensi cukup beragam dan sering kali merupakan gabungan beberapa faktor. Konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, merokok, faktor genetik, usia, stres, serta penyakit tertentu dapat berperan dalam meningkatkan tekanan darah.

Data WHO menunjukkan bahwa hipertensi masih menjadi masalah kesehatan global dengan sekitar 1,4 miliar orang dewasa usia 30–79 tahun mengalaminya pada 2024. Di Indonesia sendiri, Riskesdas 2018 mencatat prevalensi hipertensi sebesar 34,1%.

Catatan: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan diagnosis atau pemeriksaan dari tenaga kesehatan. Jika seseorang memiliki hasil tekanan darah tinggi berulang atau keluhan yang mengkhawatirkan, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Halaman:
1 2