Pengelolaan diabetes biasanya melibatkan kombinasi antara pola makan, aktivitas fisik, pemantauan gula darah, obat bila diperlukan, dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
8. Pantau Gula Darah Secara Teratur
Mengetahui angka gula darah dapat membantu melihat bagaimana tubuh merespons makanan, aktivitas fisik, dan pengobatan.
Bagi kebanyakan orang dewasa dengan diabetes, target umum yang digunakan adalah:
- HbA1c: di bawah 7%.
- Sebelum makan: 80–130 mg/dL.
- 1–2 jam setelah makan: kurang dari 180 mg/dL.
Namun, angka tersebut bukan target mutlak untuk semua orang. Kondisi kesehatan, usia, risiko gula darah terlalu rendah, pengobatan, dan faktor lainnya dapat membuat target seseorang berbeda.
Jika hasil pengukuran sering berada di atas target yang diberikan dokter, sebaiknya jangan hanya mengandalkan perubahan pola makan sendiri. Konsultasikan hasil tersebut agar penyebab dan langkah berikutnya dapat diketahui.
9. Tidur Cukup dan Kelola Stres
Pola hidup sehat tidak hanya berbicara tentang makanan dan olahraga. Tidur dan kondisi psikologis juga menjadi bagian dari kebiasaan yang perlu diperhatikan.
Baca Juga : Makanan Penderita Diabetes: Pilihan Sehat untuk Membantu Menjaga Gula Darah
Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat membuat seseorang lebih sulit menjaga pola makan, mengurangi aktivitas fisik, serta menjalankan rutinitas pengelolaan diabetes.
Karena itu, buat jadwal tidur yang teratur, batasi kebiasaan begadang, dan sisihkan waktu untuk aktivitas yang membuat tubuh lebih rileks.
Beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan adalah membaca, melakukan latihan pernapasan, berjalan santai, atau menjalankan hobi yang menyenangkan.
10. Hindari Mencoba Cara Instan Menurunkan Gula Darah
Saat melihat angka gula darah tinggi, seseorang mungkin tergoda mencari cara yang bisa menurunkan gula darah dengan sangat cepat. Padahal, pendekatan yang terlalu ekstrem justru dapat berisiko.
Hindari mengubah pola makan secara drastis, berolahraga secara berlebihan, atau menggunakan produk tertentu tanpa mengetahui keamanan dan efeknya.
Tujuan pengelolaan gula darah bukan sekadar membuat angka turun secepat mungkin, tetapi menjaga kadar glukosa tetap berada dalam rentang yang sesuai secara konsisten.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri?
Jika hasil pemeriksaan gula darah terus tinggi, sering merasa sangat haus, lebih sering buang air kecil, mudah lelah, penglihatan berubah, atau mengalami gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera berbicara dengan orang tua/wali dan tenaga kesehatan.
Terlebih jika seseorang belum pernah didiagnosis diabetes tetapi mendapatkan hasil pemeriksaan gula darah yang tinggi, jangan langsung menyimpulkan kondisi sendiri. Diagnosis membutuhkan pemeriksaan dan penilaian tenaga kesehatan.
Kesimpulan
Cara menurunkan gula darah yang sehat bukanlah mengandalkan satu makanan, minuman, atau metode tertentu. Pendekatan yang lebih masuk akal adalah membangun beberapa kebiasaan sekaligus, mulai dari mengurangi minuman manis, mengatur porsi makan dengan metode piring, memilih karbohidrat yang lebih kaya serat, memperbanyak sayuran, rutin bergerak, tidur cukup, dan memantau kadar gula darah.
Sebagai gambaran, aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk orang dengan diabetes adalah sekitar 150 menit per minggu, sedangkan target umum bagi kebanyakan orang dewasa dengan diabetes adalah HbA1c di bawah 7%, gula darah sebelum makan 80–130 mg/dL, dan gula darah 1–2 jam setelah makan kurang dari 180 mg/dL.
Yang terpenting, target gula darah tidak selalu sama untuk setiap orang. Jika sudah menggunakan obat diabetes atau memiliki kondisi kesehatan tertentu, perubahan pola makan dan aktivitas sebaiknya dibicarakan dengan tenaga kesehatan agar tetap aman.



